Charlie, the Angels and The Guru Walking Walking to Cirebon


Mendengar kata Cirebon, yang pertama terlintas di kepala pastilah "PANAS". Yup, harus diakui karena lokasi yang dekat dengan pantai, Cirebon memang panas. Tapi apa sih yang menarik dari Cirebon? Let's check it out....

Perjalanan saya ke Cirebon kali ini ditemani oleh empat orang teman yang ribut nya minta ampun, Pagit a.k.a Jangdu , Debi a.k,a Pipit, Lili a.k.a Jangtu, dan Ferdi, the Guru. Dengan menunggang Cirebon Ekspress, kami (minus Ferdi, yang nyusul kemudian) bertolak dari Jakarta pada tanggal 18 Desember sore. (FYI, December 18 was my birthday lho....). Bukannya tidur di kereta, para charlie's angels ini malah sibuk guyon... bikin tebakan garing. (trust me, tebakan tebakan yang dikeluarkan bener-bener garing).
Tulisan Jinem Pangrawit di atas bermakna: Tamu yang Baik/Berniat Baik

Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan di Cirebon:
  1. Wisata Kuliner
  2. Wisata Belanja
  3. Wisata Sejarah
Mari kita break down satu satu:

1. Wisata Kuliner.

Kami di Cirebon beruntung mendapatkan rumah tumpangan gratis dari temennya Pagit. Rumahnya kosong, gede dan gak spooky. Setelah mendarat di Cirebon, dan menyimpan bawaan di tempat homestay, kami mencoba mencari tempat makan. Kali ini kami mencoba tempat makan yang paling dekat dengan lokasi homestay, dan kebetulan tempat makan ini memang cukup terkenal, namanya RM. Seafood H. Moel. Rumah Makan yang terletak di Jalan Kalibaru Selatan Cirebon ini menyajikan menu seafood yang bervariasi, beraneka jenis ikan, serta udang, kepiting dan cumi. Semuanya worthy to try deh. Jadilah malam pertama kami di Cirebon kami habis kan dengan berpesta seafood. Rasanya lumayan sih, tapi masih kalah sama seafood Makassar, heheheh. But still, this place is recommended when you go to Cirebon.
RM. Seafood and Chinese Food H. Moel (Pic is taken from this restaurant's website)

Tempat makan lain yang saya suka adalah Nasi Jamblang di daerah Pelabuhan. Disarankan untuk datang ke tempat ini pagi-pagi. Saya dan rombongan memang menargetkan tempat ini sebagai tempat untuk sarapan. Bagi yang belum tau, Nasi Jamblang adalah nasi yang dibungkus daun jati dan porsi nya mungkin seperti nasi kucing di angkringan Yogya. Warung Nasi Jamblang Pelabuhan sudah sangat rame ketika kami sampai. Malah ada yang sampai antri untuk duduk. Lauk yang ditawarkan disini bermacam-macam: cumi hitam, ikan tongkol bumbu rujak, sambal racik khas untuk menu jamblang, perkedel kentang, sambal usus, sate usus, sate telur puyuh, tempe, tempe bacam ala jamblang, sate kentang, mendoan, tahu kining, telur pindang, ati ampela, hati sapi, telur dada dan jengkol. Tinggal pilih dan langsung bayar. Tempat nya mungkin gak spesial tapi nasi jamblang dan lauk-lauk yang ada di tempat ini sungguh enak. Gak perlu khawatir kantong jebol disini, makanannya murah murah. DIJAMIN!!
Pilih-pilih menu di Warung Nasi Jamblang Pelabuhan (picture is taken from http://papabonbon.wordpress.com)

Rekomendasi tempat makan terakhir adalah: Empal Gentong di depan stasiun. Tempatnya sama sekali ga mencerminkan kalo makanannya enak. Suasananya malah cenderung pengap. Si Pipit sempat ragu apakah kami memasuki tempat makan yang tepat. Bahkan, si Jangtu sampe ngancem ngancem gitu, mo nendang saya keluar warung kalo kali ini makanannya gak enak. But once the foods were served, semua kru jalan jalan kali ini memuji rasa makanan yang disajikan. Semuanya pun khidmat mengheningkan cipta di depan seporsi empal gentong yang nikmat bin sedap. (Alhamdulillah ga jadi ditendang). Makanan berbahan dasar daging ini memang enak enak enak enak.

Empal Gentong (Picture is taken from http:gettingaway.wordpress.com)

2. Wisata Belanja

Cirebon, selain terkenal akan Empal Gentong dan Nasi Jamblangnya, juga terkenal dengan corak batik Mega Mendung nya. Hari kedua di Cirebon, kami habiskan dengan hunting batik di kawasan Batik Cirebon yang terkenal, Trusmi. Sama seperti kawasan Kauman di Solo, Kawasan Trusmi sangat pas dijadikan tempat belanja batik. Harga nya pun bervariasi tergantung selera dan kemampuan. Saya sendiri tak begitu maniak dengan batik, cobalah lihat koleksi batik yang saya yang rata-rata batik pemberian atau hadiah dari teman. Namun, begitu memasuki kawasan Trusmi, saya seolah kerasukan setan batik, jadi ikut-ikutan para angels (Jangdu, Jangtu dan Pipit) untuk mencari batik.. Dan Alhamdulillah, dapat juga batik yang saya inginkan dengan harga IDR 50.000. Murah kan? Heheheh. Ferdi juga berhasil mendapatkan kaos batik kualitas bintang 5 dengan harga kaki lima (Jyaaah jadi ingat tagline sebuah resto seafood).
Corak batik mega mendung khas Cirebon (picture from http://indofamily.net)

3. Wisata Sejarah
Singa Barong nan Agung
Sejak kunjungan ke Keraton Solo, saya yang semula acuh tak acuh dengan sejarah jadi merasa tertarik mempelajari sejarah. Kali ini, saya, Jangdu dan Jangtu menghabiskan Sabtu pagi itu di Keraton Cirebon. Dilihat dari luar, hanya tampak seperti Gapura tua yang biasa saja. Tiada yang menyangka kalo tempat ini di masa silam pernah menjadi pusat pemerintahan.
Dengan ditemani seorang abdi dalem (orang dalam Istana), kami mengelilingi tempat ini. Kami banyak bertanya-tanya pada sang abdi dalem. Banyak hal-hal menarik yang kami pelajari. Kami juga banyak melihat benda-benda peninggalan kerajaan dan mendengar sejarah tentang Cirebon. Saya sangat terkesan dengan kereta Kerajaan Cirebon. Di Keraton Solo dan Yogyakarta, kereta kerajaan pada umumnya berasal dari Eropa. Tapi, di Keraton Cirebon, kereta Kerajaannya asli made in Indonesia. Dirancang oleh orang Indonesia asli bernama Pangeran Losari. Kereta buatan beliau ini dinamakan Kereta Singa Barong. Kata sang abdi dalem, Kereta ini nampak anggun saat dijalankan karena sayap nya ikut bergerak bak terbang. Sayangnya, kereta ini sudah tidak bisa dijalankan lagi.
Ada yang membuat saya gembira saat berkunjung ke kraton ini, saya bertemu dengan sejumlah anak anak muda Indonesia keturunan Tionghoa yang ikut tur mengelilingi tempat ini. Mereka terlihat menyimak dengan tekun setiap penjelasan. Ah senangnya saat melihat bahwa ternyata masih ada yang ingin mengetahui latar budaya bangsa sendiri. Semoga makin banyak anak muda negeri ini yang gemar berkunjung ke situs situs bersejarah.
Dulu, Sultan Cirebon dan keluarganya ngaso disini lho.
Sebelum menutup cerita di blog ini, ada sebuah tebak-tebakan garing yang bikin kami terpingkal-pingkal setengah mati saking nggak lucunya di kereta, sampe-sampe seisi gerbong menoleh jengkel ke kami saking ributnya:

APA YANG DITUSUKKAN KE BAYI??

Ditunggu jawabannya yah... Hehehehe.

Comments

iLLa said…
loh, perjalanannya berempat, napa yg ada futunya cuman 2? yg lain nda gifoji kah? *tumben :D

apa yg ditusukkan ke bayi? tusuk telinga kecil, tapi dipake untuk ambil upilnya bayi, karena masi kecil lubangnya, hehe. Pernaka' liak kakakku begitu sm anaknya, hihihiih..
Anonymous said…
knapa cerita 'bath tools gate'nya gak ada?hmmmm...:P
hoya, aku lupa klo ada insiden ancem tendang2 empal gentong, ru sure that's what happened?

well,mo panas mo dingin mo brantem mo tendang2an yg penting jalan2 yak!

-Jangtu-

ps. foto2 nti ditambahin ya :)
achie said…
huaaahhhhhh kangen sega jamblang
jadi inget temen deket aku dolo pas kuliah..... :(
kangen Tape ketan Cirebon,Hehe =)


*H♥ney*
cipu said…
@iLLa: tet tot jawaban anda salah
@jangtu: ga perlu kali nulis insiden "bath tool gate", eh cerita tendang tendang itu pakta loh
@achie: hehehe makanya ke Cirebon dong...
@hani: mmm waktu ke Cirebon aku ga sempet makan tape nya.
merry go round said…
Cipu happy belated birthday yaaa....(hohoho, telat bgt).
saya pernah kuliah kerja profesi di daerah Kuningan selama 2bulan, disana dingin banget, jadi untuk "mencari kehangatan" biasanya saya hijrah ke cirebon setiap 2minggu. Aaahh, jadi kangen tempat itu plus empal gentongnya :)
_ta said…
si babi jalan2 mulu..,, *sirik mode on*

err...
yg di tusukan ke bayi?

TUSUK BAYI (???) *KAPLOK KEPIDAK*
Debbie... said…
huahahahahahahahahaha ... ayo pasang foto2 lagi khan sudah aku share... atau kasih link aja ke FB :)

Thank you for the birthday dinner.. you such a fun friend to travel with... please leave the weird looking short pants at home ..puhhhhhleeeeezzzzzzz

kiss kiss
dhodie said…
Foto-fotonya kurang ih... Gimana bi, perjalanan di 2009? Koq nggak ada kaleidoskop kayak TVRI jaman dulu ituh? hihihi
Cipu said…
@Merry: kalo gitu kapan kapan ke Kuningan yuk :D Bareng
@_ta: jawabannya salah tuh.. wakakakak
@debbie: Debz, thanks yah sumbangsih gambarnya. Will update the pictures soon
@Dhodie: wah thanks usulannya bro. Saya belom merasa cukup travel untuk membuat kaleidoskop :D
Ika Andayanie said…
Cipu...keliling Cirebon naik apa?
Rencana mau kesana minggu depan :D

Popular Posts