Sunday, March 7, 2010

Boku No Saifu ha Doko Ni Aru? - Shakusho Ni Arimasu

Maaf agak lama gak mengisi blog, maklum lagi agak sibuk dengan okkots dot com, hehehe. 

Teringat sebuah pengalaman menarik saya 5 tahun lalu di sebuah prefektur bernama Saga di Jepang. Saya ingat betul, saat itu Oktober 2004, musim semi. Sebuah perhelatan akbar sedang digelar di Kota Saga, kota tempat tinggal saya. Namanya: SAGA INTERNATIONAL BALLOON FIESTA. Acara ini digelar tiap tahun dan diikuti oleh banyak negara. Kegiatan ini berlangsung beberapa hari. Dan biasanya dimulai dengan pesta cahaya pada malam pertama perhelatan ini.
Saya tentunya tak melewatkan malam penuh cahaya yang merupakan pembuka kegiatan balon fiesta ini. Bersama teman-teman, saya mengayuh sepeda ke jalan protokol kota Saga, kami tak mau melewatkan malam indah itu. Sepanjang perjalanan, jalan penuh dan ramai dengan penduduk lokal dan pendatang yang ingin melihat terangnya kota Saga malam itu. Semua peserta balloon fiesta tumplek blek menyalakan mesin yang mereka gunakan untuk terbang, api pun menyembur dari mesin ini menerangi jalanan kota Saga. Selain itu, banyak pertunjukan seni dari penduduk dan siswa setempat. Tak lupa, jajanan yang tersedia di sepanjang jalan. Karena takut memakan makanan non-halal, saya cuman membeli Calpis (semacam Calpico di Indonesia), sekalian irit. Hehehehe.

Acara berlangsung sangat meriah, saya dan teman-teman menikmati malam yang terang benderang itu.  Serasa gak ingin pulang ke ryo (asrama). Menjelang pulang, saya  kembali haus dan pengen membeli minuman lagi. Namun, saat merogoh saku celana, saya tidak mendapati dompet di saku celana. Saya bongkar ransel tapi dompetnya gak ketemu juga. Saat saya merogoh saku celana bagian depan, saya baru sadar memang ada lubang di saku ini. Lubangnya lebar pulak (doh). Kesimpulannya, dompetku tercecer. Waduh, bisa repot nih..... dompet itu isinya duit 12.000 yen (sekitar satu juta rupiah untuk kurs tahun 2004), alien card, kartu siswa dan ATM. Saya sudah lunglai duluan membayangkan pengurusan ulang kartu-kartu tadi. Saya yang waktu itu baru sebulan di Jepang, benar-benar buta dengan pengurusan barang-barang hilang. Waduh harus kemana dulu yah?

Saga Balloon Fiesta di malam hari

Malam itu juga, saya mengabari Mas Adi, rekan Indonesia asal Pontianak. Niatnya sih, pengen langsung ngurus ngurus surat kehilangan, semoga mas Adi mau membantu, mas Adi kan nihon go (Bahasa Jepang)nya hebat. Mas Adi mencoba menenangkan saya. "Everything will be OK" kata mas Adi.

Sehari kemudian, saya menuju ke lokasi Balloon Fiesta. Nobody wants to be lonely miss the first day of Balloon Fiesta. Sebenarnya saya tidak begitu mood karena tidak memiliki cukup cash di tangan, tapi karena sudah kadung janjian sama teman, saya memaksakan diri untuk pergi. Saat sedang menikmati pertunjukan balon di siang bolong, tiba-tiba mas Adi menghampiri saya. Dia datang bersama dengan seorang Jepang (yang namanya saya lupa). Mas Adi menyarankan saya untuk ke shakusho (city hall) bersama si Bapak Jepang, siapa tahu katanya ada yang mungut dompet saya dan memberikan nya kepada aparat yang berwenang. Terdengar tak mungkin terjadi,  mission impossible banget,  tapi karena orang Jepang nya sudah terlanjur dipanggil mas Adi untuk menemui saya, saya akhirnya manut saja. Ikut si Jepang ke City Hall.

 
Saga City Office/City Hall

Sampai di city hall, kami berdua langsung menuju ke counter lost and found. Si Jepang menjelaskan duduk persoalannya kepada petugas disana. Saya mendeskripsikan bentuk dan warna dompet saya serta apa aja isinya dalam Bahasa Inggris. Si petugas lalu  mengangguk, dan berkata : OMACHI KUDASAI (Tunggu sebentar), dan berlalu ke dalam.
Selanjutnya si petugas muncul, mengacungkan sebuah dompet berwarna biru sambil bertanya: "Kono saifu ha anata no desuka?" (Apakah dompet ini milik Anda? ).
Saya langsung mengangguk, "Hai. Boku no Saifu desu". (Yah itu dompetku). Si petugas mencocokkan isinya dengan deskripsi saya sebelumnya. Si Petugas tersenyum dan menyerahkan kembali dompet itu ke saya, setelah menganggap saya lulus fit and proper test untuk memiliki dompet itu kembali (taela.....). Benar-benar sebuah kegembiraan, dompet saya bisa ketemu. Saya tak pernah menyangka bisa menemukan dompet itu kembali sebegini mudahnya. Saat memeriksa isinya, saya makin takjub karena isi nya tidak berkurang suatu apapun, termasuk uang cash 12.000 yen. Sungguh menakjubkan. Saya jadi penasaran bagaimana bisa dompet itu bisa sampai ke City Hall
 
Mas Adi dan Bapak Jepang itu, my life savors

Ternyata, dompet saya memang tercecer di jalan protokol kota Saga. Dan dompet tersebut ditemukan oleh sekelompok anak SD. Anak-anak ini berinisiatif menyerahkan ke Pak Polisi yang mereka temui di sekitar tempat itu. Dan dari Pak Polisi, dompet tersebut dibawa ke bagian lost and found City Hall

Saya terkesima (lagi begitu  kelakuan anak tadi. Masya Allah, anak-anak itu begitu jujur. Mungkin mereka memang sudah diajar untuk tidak menggunakan sesuatu yang bukan milik mereka meskipun mereka berkesempatan untuk melakukan itu. Duit saya kembali utuh, tak tersentuh. ATM saya juga tetap  di dompet Ingin rasanya bertemu langsung dengan anak-anak ini dan mengucapkan terima kasih saya sedalam-dalamnya namun tidak ada info tentang mereka di City Hall. Saya ingin berterima kasih kepada mereka karena baru saja saya belajar makna dari sebuah "KEJUJURAN". Hal yang sangat langka di jaman sekarang. Saya sendiri tak yakin, apa saya bisa sejujur ini saat memiliki kesempatan seperti tadi. Salut buat mereka.

Terima Kasih kepada Bapak Jepang yang menemaniku ke City Hall tanpa pamrih (Sorry to forget your name, Onegaishimasu). Dan thanks to Mas Adi yang selalu jadi pencari solusi jitu saat rekan-rekan Indonesia dalam masalah.Tak salah kami memanggilmu Abah.

PS. Arti judul di atas adalah: Dimanakah dompetku? - di City Hall.

23 comments:

Mayyadah Or Maya said...

wow, such a great exprience. terharu hiks...

btw, cakep bgt fotonya, keren deh^^

Pekanbaru Riau said...

balon fiesta atau kondom fiesta bro??? hehhehehe.... nicepost...

merry go round said...

Wuuaahh....pengalaman seru plus bikin deg2an ya Pu :) untung dompetnya bisa balik, jadi ngga ribet ngurus segala kartu itu. Hhhmm...salut dengan 'sistem' di Jepang sana :D

Quinie said...

ihhh kerennn bangettt ballon fiestanyaaaa.... kapan2 kalo ada ginian ajak2 ayhh

p49it said...

You've meet your angel too, Cip.

luvie said...

hmm.. klo dompetnya ilang di jakarta, mungkin kembali lengkap dengan isibya gak ya?? ~_~

exort said...

uda 2 postingan yg gw baca tentang barang yg diketemukan oleh anak2 Jepang yg diberikan ke Polisi...kapan ya anak2 Indonesia bs kaya gini
anw gw pingin banget tuh ngerasain naik balon udara

Rara said...

kapan ke jepang lagi. ikut doong.. ;)) pengen ke tokyo..

Elsa said...

kejadian serupa pernah menimpa adikku di London. dompetnya, uangnya beserta seluruh identitasnya hilang di jalan sehari sebelum dia pulang ke indonesia. (untung paspornya gak ilang)

dan ternyata... seminggu kemudian dompet dan segalanya itu tiba di Indonesia!!!! dikirim oleh kantor lost and found itu!!

hebat ya...

kalo di Indonesia, gak mungkin hal itu terjadi

cipu said...

@Mayyadah: thanks pujiannya... semoga kejujuran anak anak itu terus dijaga hingga mereka dewasa.

@Pekanbaru: wow ada yang ngomong kondom??

@merry: bukan hanya sistemnya tapi juga bagaimana anak anak mereka tidak diajarkan untuk menjadi perampas hak orang lain

@Quinie: saya malah bingung, apakah di Indonesia mereka punya acara serupa yah?

@Pagit: which angel?

@Luvie: I doubt about that....

@Exort : naik balon udara?? gua udah pernah.....

@Mbak rara: ke jepang??? tiketnya mahal mbak... air asia blom nyampe ke jepun juga HIKS

@Elsa : memang hebat yah... pantesan tingkat korupsi di negara negara itu rendah. thanks sharingnya mbak Elsa

- H - said...

gw belom pernah naik balon udara :(

satya said...

haaaa akhirnya bisa lolos fit and proper test

Anonymous said...

pasti lebih kaget lagi lagi setelah dompet dibuka kok uangnya nambah jadi 12.500 JPY, hahahaha, setelah disekidiki, anak2 SD tadi yg nyumbang uang jajannya, secara mukamu di foto kartu identitas sangat memelas

bonk ava said...

moshi moshi....
patut di jadikan contoh masyarakat jepang dalam menjalani hari hari kita yang lebih baik.

cipu said...

@ - H - : i have tried that three times

@satya: iya dong, wajah gua kan meyakinkan

@Anonymous Kak Masni: hahaha wajahku memang inosen kak

@bonk ava: yup, teladani yang baik dari mereka :)

mimien's world said...

entah mengapa moral bangsa kita terlihat sangat berbeda dengan moral negara lain..sebenarnya yang salah itu apanya??/saya yakin jika dompet kanda Cipu hilang di Indonesia. Mungkin 70% tak akan kembali..

semangat berjuang untuk Indonesia...

♥ria♥ said...

*narik-narik baju babi* mau naek mau naek balon

sumpah keren bgt balonnya

d3vy said...

1 day left..
berarti besok "terbang" ke Ho Chi Minh-nya yaa... goodluck and have a wonderfull trip :)

fai said...

Mulai melirik barang2 yg ada dikamar, cr yg berharga u dikiloin! Buat ongkos ke jepang!

iLLa said...

wihh, kadang kita jadi malu sendiri kalo liat kondisi negara kita yg mayoritas muslim tapi kejahatan dimana2, sementara mereka yg dominan tidak percaya Tuhan malah lebih jujur, salut salut...

felicity said...

Yup, 'Kejujuran' sekarang jadi produk yang langka yah.... Seandainya ada pabrik memproduksi komoditi bernama 'Kejujuran' pasti bisa melihat pangsa pasar yang besar di negara kita.

ninneta said...

Hai...

apa kabar sahabatku... Semoga hari mu menyenangkan...

Aku ada award untukmu.... silahkan diambil...

disini nih : http://moody-ninneta.blogspot.com/2010/03/aku-mengasihimu.html

sebarkanlah sebanyak yang kaau mau sahabat.....


aku mengasihimu....


Ninneta

exort said...

cipu, kok uda lama ga posting disini lagi? template blognya jadi template favorite gw tuh, diliat diblog gw ya

Our Team

Video of the Day

Contact us

Name

Email *

Message *