My best class ever

Maaf yah, baru ngisi blog lagi. Akhir-akhir ini lumayan banyak kegiatan yang cukup menyita banyak waktu (maksudnya sih kebanyakan maen fb, twitter dan plurk).

Saya baru saja menyelesaikan program pre-departure training selama 6 minggu sebagai prasyarat yang harus dipenuhi sebagai penerima beasiswa ADS sebelum berangkat ke Australia. Saya kebetulan ditempatkan di sebuah kelas keramat bernama kelas 6 Week 5 a.k.a 6W5. Ada 13 penghuni kelas ini, dan semuanya unik. eski hanya 6 minggu, tapi jangan ditanya mengenai kedekatan..... We are so close to each other regardless gender. Gimana nggak deket kalo: di kelas bareng ( ya iyalah, secara sekelas), makan siang bareng, karaokenya berjamaah, nonton bareng, medical check up bersamaan, ngisi visa bareng-bareng bahkan masukin visa pun bersama-sama, merencanakan ulang tahun Ichi bareng-bareng.... untungnya ngerjain papernya gak bareng, heheheheh bisa ngamuk om David (guru kelas 6W5) kalo liat paper kita sama. yeah, di kelas kami diajarkan untuk tidak menjadi plagiat, karena plagiat dapat merusak iman dan taqwa (nah loh)

Yang lebih membuat kelas kami lebih hidup adalah guru kami yang super duper pinter, baik dan tentunya sangat lucu sekaligus sarkastik. Namanya David, tapi kami memanggilnya om Dapit. Dihari  pertama saja, suasanya sudah sangat cair berkat kelihaian David memainkan jurus mautnya menarik perhatian kami di kelas. And it worked. Namun, David mengalami kesulitan menyumpal mulut kami saat sesi diskusi berlangsung, hahahahah. We can't stop talking.

Mungkin saat nya saya memperkenalkan teman-teman sekelas saya yang tak hanya cerdas tapi juga lucu, sumpah mereka lucu dan sangat memalukan kalau diajak berkaraoke. Opssssss. Kalo urusan karaoke, kelas kami juaranya. Lewat ajang karaoke ini lah, saya sadar bahwa ternyata di kelas saya banyak bibit-bibit Indonesian Idol yang terlalu humble untuk mendaftar di ajang-ajang pencarian bakat.

Oke, tanpa banyak bertingkah lagi, inilah teman-teman 6W5 saya:

 Clara, salah satu partner in crime di kelas. Lulusan HI UGM ini salah satu "bukan wanita biasa" yang saya temui. Tidak hanya cerdas, Clara juga mengagumkan, saya sangat terkesan dengan latar belakangnya sebagai relawan yang mendedikasikan diri untuk anak jalanan. Melalui komunitasnya, Clara membagikan kamera ke anak-anak jalanan dan memberi kesempatan pada anak-anak ini untuk memotret kehidupan dari sudut pandang mereka. Kalau di kelas, gak usah ditanya, analisis nya aktual, tajam dan terpercaya. She speaks Japanese as well. Dalam presentasi kelasnya, Clara mencoba mengangkat tema child labour di Indonesia, sebuah topik yang menarik untuk didiskusikan dan Clara membawakannya dengan cerdas dan style yang asyik. You rock Clara. (dan akhir nya Clara benar benar pake rok di hari penutupan pre-departure training.

 Ichi, cewek asal Aceh. Inggrisnya Ichi keren, dengan pronounciation yang tentunya sempurna. Ichi mahir berbahasa Italia, dan di kelas Ichi lumayan aktif mengutarakan pendapatnya. Lulusan teknik perencanaan Brawijaya ini, pernah bekerja di Irish Red Cross dalam proyek rekonstruksi Aceh. She is an amazing lady with extensive knowledge. Saya sebaiknya tidak duduk dekat dengan Clara dan Ichi, karena pasti kelas bakalan ribut banget kalo saya duduk bareng mereka. Dan Om Dapit sudah ampun-ampunan meminta kami diam.

 Amalfi, lulusan ITB Fisika yang mendedikasikan hidupnya di tempat-tempat terpencil, menjelajah dari gunung ke gunung. Hidup kita di Indonesia akan sangat bergantung pada Amalfi, maklumlah beliau adalah seorang vulkanologis dan sekaligus sebagai calon ahli gempa. Gempa dan Gunung berapi memang sudah bukan hal asing bagi kita, bukan? Di kelas, Amalfi suka duduk di samping pintu dan suka mengamati kami di kelas yang kerap non-stop speaking. Penggemar susu dan produk turunannya ini, suka ngebanyol dan menyenangkan, selain itu, Malfi selalu dikelilingi wanita-wanita cantik dari kelas-kelas lain, hehehehe. 


Uni, salah seorang wanita yang menjadikan kelas kami lebih "normal". Uni di kelas anak nya agak diam, tapi tak berarti Uni tak berpartisipasi. Semuanya tercekat saat Uni yang pendiam ternyata membawakan presentasinya dengan cemerlang. She did it really good. Tak salah memang, Uni lulusan komunikasi UI. Uni sebelumnya pernah mendarma baktikan hidupnya di sebuah LSM di Yogya. Satu hal yang kami sukai dengan adanya Uni, Uni menjadi penyeimbang di tengah-tengah kami yang ributnya minta ampun. Selain itu, Uni banyak membantu kerjaan saya sebagai ketua kelas dengan menjadi salah satu referensi saya di kelas untuk urusan jadwal kelas dan tugas. She is reliable and trustworthy. Uni itu manusia pertama yang memperoleh surat penawarannya dari universitas di Australia. Keep it up, Uni!!!

Mira, anak HI UI yang multi talented. Kenapa multi-talented? Mira itu cerdas, belum lagi kelebihan-kelebihan lainnya. Mira seorang pianis sekaligus guru piano. Selain itu, Mira juga diberkahi suara yang bagus dengan teknik olah vokal yang mumpuni. Makanya, sesi karaoke kami selalu semarak dengan kehadiran Mira. Presentasinya di kelas tentang keanekaragaman hayati laut yang terancam punah menciptakan diskusi kelas yang menarik, dan saya sempat memperkenalkan konsep “participatory” dalam diskusi ini (Cara membaca “participatory” dengan benar adalah dengan memanjangkan suku kata kelima = TO). Gadis yang bisa berbahasa Jepang ini juga suka mengkoordinir teman-teman untuk nonton, karaoke dan makan malam berjamaah. Ada lagi, Mira berhasil meracuni teman-teman sekelas untuk merajut. Walhasil, 6W5 ladies semuanya berkutat dengan rajutan saat kelas sedang jeda. Oh iya, selain pernah tinggal di Jepang, Mira juga pernah merasakan bagaimana rasanya tinggal di Rumania. Kadang iri juga mendengar pengalaman-pengalaman Mira, hehehehe.

Ida, mbak yang kalem tapi tak melempem. Mbak Ida adalah dosen arsitek di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Beliau peduli terhadap rumah-rumah serta bangunan yang memiliki nilai historis, dan kepeduliannya ini dituangkan dalam presentasinya yang menarik. Di kelas, mbak Ida lumayan pendiam, dan menjadi penyeimbang kami kami yang cerewet bin ribut. Namun, mbak Ida juga kerap melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis. Mantan penari ini mengaku kalau dia belum pernah ke karaoke. Akhirnya, kami pun memaksa mbak Ida memegang microphone di Inul Vista, hasilnya NOT BAAAD. Dan setelah ritual karaoke pertama ini, mbak Ida berjanji bahwa akan ada karaoke-karaoke selanjutnya. Mbak Ida, we will always miss your sincere smile. 

Adib, anak deplu yang gokil. Entah apa jadinya kelas kami tanpa kehadiran Adib, hambar tanpa gambar (ya iyalah). Terasa ada yang kurang kalau Adib gak di kelas. Anak satu ini selalu saja punya ide ajaib untuk membuat kami ngakak. Satu hal yang patut dikagumi dari seorang Adib adalah kemampuannya meyakinkan kami saat berargumen, kemampuan diplomasinya di atas rata-rata. He has a very convincing style. Gak salah lah Deplu merekrut dia. Selain kritis di kelas, Adib juga punya kemampuan lain: MENYANYI. He is definitely a good singer. So begitu di Australia, saya yakin Adib bisa mendapatkan part time job sebagai penyanyi cafe. He is damn good. Sebagai salah satu PNS di kelas, Adib kerap menjadi orang yang kami salahkan untuk setiap masalah. Yeah, kelas kami suka menyalahkan pemerintah untuk semua masalah (Sabar yah Dib)

Lies, anak pertama yang kukenal di kelas. Pegawai Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. Penelitiannya di masa mendatang tentang sumber energi terbarukan sangat mungkin memberikan kontribusi yang besar terhadap lingkungan di Indonesia. Kami hanya melongo saat Lies mempresentasikan materinya. She deserve a scholarship for PhD, hehehehe. Lies yang kelihatannya pendiam, ternyata bisa juga jenaka, terbukti dari beberapa joke joke ringan nya yang tak pernah kami sangka akan keluar dari mulut seorang Lies. Lies adalah partnernya Amalfi dalam melestarikan budaya bangsa yakni Bahasa Sunda (sigh). Lies juga merupakan pemegang skor karaoke tertinggi di Inul, di setiap lagu yang dinyanyikannya, Lies selalu mendapat angka lebih dari 90. Bravo Lies.... !!!

Alia, bu dosen Universitas Lambung Mangkurat ini cantik dan Inggris nya cas cis cus. Sempat terpesona di hari pertama, hahahah. Kebayang kalau saya jadi mahasiswanya, pasti saya sudah jatuh cinta sama bu dosen. She always laugh to every joke I told her. Sebagai ibu dari seorang gadis kecil, dia sungguh-sungguh sosok yang sangat memperhatikan perkembangan anaknya. Kekhawatiran nya akan kebiasaan makan anaknya yang sedikit, dijadikan bahan critical review yang sangat masuk akal. Ckckckck, seorang ibu yang berdedikasi. Selain itu, mantan pramugari ini adalah rekanan lunch yang sempurna, dia sangat senang membagi lunch nya ke saya. Satu hal yang perlu diperhatikan, Alia sangat care dengan foto foto yang kami hasilkan di kelas. Kadang Alia merasa wajahnya di foto selalu kurang menarik, padahal seisi kelas gak pernah merasa salah dengan ekspresinya, she always looks good anytime anywhere.

Willie, the most likeable person in the class. Orang-orang akan gampang menyenangi Willie. Dia memang pribadi yang menyenangkan, tak pernah tampak marah. Senyum selalu tersungging di bibirnya (ya iyalah, masa di jidatnya).Entah anak ini makannya apa, kok bawaannya senyuum saja, gak pernah susah, bahkan saat dia lagi banyak pikiran. Arsitek yang pernah bekerja di Singapura ini, melakukan elaborasi yang sempurna dalam tugas critical reviewnya, presentasinya pun mendapat acungan jempol dari om David. Good job Willie. Rekan saya ini juga beruntung, terbukti ada dua beasiswa yang datang bersamaan kepadanya. I envy you, Will. Willie pulalah yang mau bersusah payah mencarikan kami baju kelas yang murah meriah namun tetap elegan. Thanks Will for the design.

Maria, the wise pashmina lady. Mbak satu ini suka banget pake pashmina yang jadi ciri khasnya. Dan sejumlah pashmina sudah pernah didistribusikan ke para wanita di kelas. See, she is generous. Belum lagi, persediaan ransum yang sering dibawa mbak Maria ke kelas, sungguh sebuah berkah bagi warga kelas yang gembul (siapa yah?). Di kelas, mbak Maria adalah rekan yang kritis, pertanyaan-pertanyaan nya selalu memenuhi kriteria “logical thinking” yang kami agung-agungkan itu. Kami sepakat menjulukinya Mrs. Vocabulary karena mbak Maria memiliki perbendaharaan kata-kata yang tak hingga. Meski kadang agak diam, mbak Maria adalah penikmat joke joke di kelas, baik joke ringan maupun joke xxx. Bwahahahahah. Yeah, terlalu banyak joke joke xxxx yang beredar di kelas. 

Neni, si Mrs. Disaster. Kami memanggilnya demikian karena memang kepeduliannya akan kesiapsiagaan bencana di Indonesia. Presentasi mbak Neni benar-benar menjadi ajang curha t kami sekelas mengenai keprihatinan kami akan transparansi dana di Aceh setelah tsunami. Di kelas, mbak Neni sempat mendapat julukan troublemaker di minggu pertama, namun mbak Neni akhirnya harus mengikhlaskan gelar itu berpindah ke saya. (Permisi yah mbak, mahkota troublemakernya kuserobot). Mbak Neni ini teman yang asyik untuk diajak bercanda, namun bisa diajak serius juga. Mbak Neni lah yang merekatkan kami semuanya. She can act like Mbak Maria, induk bagi kita semua. Tapi Mbak Neni juga bisa membuat kami tertawa tergelak karena kegilaannya. Another character that completes 6W5. Dia lah sang penasehat kelas.

Cipu, itu saya. Susah mendeskripsikan diri sendiri euy. Kecuali bahwa Pak David memahkotai ku dengan julukan trouble maker sejak hari pertama dan bertahan hingga hari terakhir. Let my other classmates define me, hehehehehe.





Last but not least, guru kami tercinta, yang ngajarnya paling keren, yang lucu plus terkadang sarkastik, yang berani mencoret pekerjaan kami dan mengatakan bahwa bagian tulisan kami adalah bentuk plagiarisme, yang sangat benci penggunaan kata "discuss about" dan "mention about", yang sangat mahir mencari akar sebuah kata, yang suka membagikan permen KOPIKO dan FOX di kelas meski kadang tak bersisa setelah sampai ke pangkuan kami *melirik ke mbak Neni*, yang suka bergabung bersama kami menikmati makan siang, yang membawakan kami kue coklat enak di hari ulang tahunnya, dan masih sejuta "yang" lainnya. Yup, beliau lah guru kami, Pak David. Thanks sir, you are so inspiring

Setelah 6 minggu, akhirnya kegiatan yang sangat menyenangkan ini berakhir. semuanya sedih pastinya, tak terkecuali saya. Terus terang, dari sekian kelas yang saya hadiri, kelas persiapan inilah yang paling berkesan. Bukan hanya karena gurunya, tapi juga teman-teman sekelas yang sangat suportif.  Thanks guys for being so nice. Keep in touch yah

Don't cry because it's over, but SMILE because it happened.

Comments

merry go round said…
Yeeeeyy Cipu nulis lagi :))

Dan teteeeppp ya, cipu jadi troble maker disana (in good way for sure eh?)

Wuuiihh....classmate nya hebat2 semua iiihh (jiper mendadak) hahaha...

Ready to go then Pu :)
Quinie said…
huaaa kalian memang orang2 terpilih!!! ahh cipu pake merendah gitu... cipu kan paling lutcu diantara mereka.. xixixixi
Ruslan said…
hahahaha...
trouble maker itu the most achivement in a class...
keep it up kang..:)
kang cipu temen2nya keren2 ya..

S A L U T E T O A L L O F Y O U

salam dari Ruslan.
\^.^/
- H - said…
cipu.. kangen :)

jadi kapan balik ke indo mas?
Piecha said…
smile because it happened.. very nice word..
felicity said…
Selamat telah menyelesaikan predeparture training-nya...

Nggak sabar menanti kisah saat tiba di Aussi-nya :D
Anonymous said…
Dear Cipu,

Oh my, how could you quoted "don't cry..." then you wrote those touching blog about us. That certainly made me cry, cant stand. It is indeed very memorable particularly with your 'kepala suku' touch. see you in OZ ya.

smile,
Neni
Mila Said said…
Sejak kapan lu pke kacamata?

Eh, sblm lu brangkat ngupi2 dulu yuks! gw yg traktir (evil_grin)
luvie said…
waaaah.. senangnya punya teman2 kelas yang kompak.. happy for you, cipu.. good luck for you.. (rock)
Lasagna said…
Cipu... how good you are at words.. ga cuma dalam bentuk tulisan tapi juga dalam bentuk kebawelan, hahaha..
Laisya said…
Aaahhh Cipuuuu ... bener2 keduluan deh, aku juga nulis satu-satu ... tp gaya tulisannya jauh beda sih. Punya kamu lebih menarik :D

Jadi kangen masa-masa 6W5 :D
ratih said…
aku pengeeeeeeennn huks huks
p49it said…
Sebelum lo berangkat kita karaoke/nonton dulu, yuk. Mila Said yang traktir *kaburrr*
Anonymous said…
meng-ekor komennya Mila n Pagit:
Ayokla kita ketemuan dulu, nah Mila udh inisiatif traktir tu.. :D..

really hepi for you Cips :)

cheers
-Jangdu-

ps. temen2 kelas lo keren2 gitu Pu! *geleng2 kpala*
exort said…
br kelas persiapan aja uda bikien elo jarang nulis ya..apalagi nanti kl uda ke sono, blog elo bs2 ga pernah disentuh deh
TUKANG COLONG said…
temannya seru2 yak? :D
d3vy said…
serunyaa...
dhodie said…
Darn! kali ini lu bener-bener bikin gw ngiri sejadi-jadinya, cip.

Pesan kakek satu: belajar yang rajin ya, nak
readhermind-dy said…
wew.. keren2 semua itu..
:p

suka quotesnya..
♥ria♥ said…
wah babz kumpulan orang pintar semua yah disitu
klo aku ada disana bisa minder *nundukin kepala* hehehehe

dah bntr lagi yah mau jalan kamu
pelangi anak said…
Bergaul dengan orang-orang yang berbeda karakter dan style serta latar belakangnya seperti kota asal, memang sangat menyenangkan. Bisa mengakrabkan diri dan sedikit banyak mengetahui dan mengenal budaya daerah lain.
Call me Batz said…
wah asiknya bisa ke ausie.. sukses ya bro,,
ocheholic said…
sayaaa jugaaaa pengeeennn ke australiaaa :((

mupeng2 mupeng2 mupeng2,,

btw, salam kenal ^^
nietha said…
kelasnya seru.. kayaknya betah tuh masuk kelas terus
Seiri Hanako said…
salam kenal...
ini kunjungan perdana
keren juga blognya...

(^__^)
PakOsu said…
Teman yang menyenangkan tentunya. Semoga sukses dalam perkuliahan disana. Amin
Kunjungan perdana, salam kenal.
Tukaran link, ya.
Elsa said…
kereeeeeeeeeen
bangga banget punya generasi muda yang super duper keren kayak mereka di atas itu...

iriiiiiii
aku gak ada apa apanya dibanding mereka.
heehhee

Popular Posts