Pop Mie dan Emak-Emak Julid

Sebagai pecinta produk Indofood, terutama produk mi instan, saya sering bawa Indomie atau merk mi instan Indofood lainnya saat sedang melakukan perjalanan. Wait... What? Memangnya Indofood punya produk mi instan lain selain Indomie?. Jawabnya: tentu saja. Produk mie instan Indofood itu beragam. Ternyata selain Indomie, Indofood juga memproduksi Sarimi dan Supermi. Jangan salah ya, sebenarnya anak pertama alias yang lahir duluan dari ketiga produk mie ini adalah Sarimi, baru kemudian disusul oleh Indomie. Selain ketiga mi instan ini, Indofood juga memproduksi mi dengan harga ekonomis melalui InterMi dan Sakura. Dan bagi yang gemar bepergian atau sedang dalam perjalanan, Pop Mie selalu bisa jadi pilihan praktis untuk dibawa kemana-mana.

Selama melakukan perjalanan, saya sudah punya sejumlah cerita menarik tentang produk-produk mi instan Indofood, termasuk saat traveling ke New Zealand. Menikmati produk mi instan Indofood mungkin memang cara paling praktis untuk sedikit mengecap selera nusantara saat sedang melancong di negara lain. Ketersediaannya di banyak negara dengan harga terjangkau, tentunya membuat produk mi instan Indofood menjadi beroleh fans garis keras hingga ke manca negara. Bahkan, katanya di penjara Australia, para tahanan sangat senang saat mendapatkan Indomie untuk disantap. Menurut mereka, cita rasa Indomie adalah perlambangan kemewahan hakiki di tengah dahaga kebebasan (ngaco), beritanya bisa dilihat di sini.

Nah itulah sekelumit pendahuluan tentang produk mi instan Indofood.
Pop Mie Pedes Dower, one of my favorites 

Minggu lalu, saya bersama rombongan kolega melakukan perjalanan dinas ke Manila dalam rangka menghadiri sebuah konferensi. Sayangnya, tidak terdapat direct flight ke Manila di jam-jam keberangkatan manusiawi, jadinya kami memilih maskapai penerbangan milik negeri Jiran untuk ke Manila, dengan terlebih dahulu transit di Kuala Lumpur.

Saya tiba di Bandara Soetta 2,5 jam sebelum penerbangan. Untuk perjalanan kali ini, saya membawa koper berukuran sedang, ransel dan sebuah kardus. Kardus? Ke Manila kok bawa kardus? Emang isinya apa? Nah, kardus inilah yang jadi asal muasal postingan ini. Kardus yang saya bawa adalah kardus Pop Mie, niatnya sih sebagai makanan cadangan selama di Manila. Lah kenapa harus bawa sekardus? Jawabannya, biar jadi ransum bersama selama di Manila. Apalagi katanya makanan halal tak begtu banyak tersedia di sana.

Saat mendorong troli menuju counter check-in, setiap kali papasan dengan orang, pasti mereka langsung mengarahkan pandangan ke kardus Pop Mie yang saya bawa. Awalnya saya cuek saja, tapi lama kelamaan jadi agak jengah. Saya jadi menduga-duga mereka mikir apa yah lihat ada bapak muda ganteng dorong troli isi kardus pop mie di Soetta Terminal 3. (Sampai disini saya pause dulu, silahkan geleng geleng kepala atau menghela napas panjang).

Antrian counter check in Malaysia Air sudah agak panjang saat saya tiba. Leg pertama perjalanan saya dan rombongan memang rencananya dari Jakarta ke Kuala Lumpur, baru kemudian melanjutkan penerbangan ke Manila. Saat sedang antri untuk check-in, di belakang saya ada dua emak-emak usia awal 40-an yang nampaknya sedang bercakap. Dari gerak-geriknya sih mereka lagi ngomongin kardus pop mie yang saya bawa. Sempat terdengar sayup-sayup bisik-bisik mereka yang kira-kira seperti ini:

Emak 1: Eh itu (sambil sembunyi-sembunyi menunjuk ke troli saya, lalu senyum simpul
Emak 2: Ssst, iya, Bapak di depan kok bawa Pop Mie sih ke Kuala Lumpur. Di Kuala Lumpur kan juga banyak makanan enak.
Emak 1: Iya, ngapain jalan-jalan ke KL kalau cuma makan Pop Mie.
Emak 1 dan Emak 2: (cekikikan pelan sembari menutup mulut)

Tadinya mau niat klarifikasi tapi ga jadi, ya sudahlah, biarlah emak-emak di belakang saya tenggelam dalam asumsinya sendiri. Ntar juga kelelep sendiri.

Pelan-pelan antrian makin maju dan saya makin dekat dengan meja check-in. Kedua emak di belakang saya juga sudah beralih materi ghibah; dari pop mie saya ke gosip teranyar tetangga mereka. Ternyata agak jauh di belakang saya, masih tersisa satu orang kolega saya yang sedang mengantri. Dia melambaikan tangan ke saya yang saya balas dengan anggukan. Kardus Pop Mie pun tak luput dari perhatiannya, "Wah Pak Cipu, itu Pop Mie nya buat rombongan kita yah setiba di Manila"
Kardus Pop Mie yang mengundang pergunjingan

Saya yang mendapat angin segar segera menyahut, "Iya Pak, Pop Mie nya nanti buat dibagi-bagi ke teman-teman saat kita di Manila. Tahu sendiri kan Pak, pilihan resto halal katanya tidak banyak di  Manila. Makanya saya bawa Pop Mie, Pak.".  Tentu saja suara saya sengaja saya keraskan agar didengar oleh Emak-Emak di belakang saya. Mereka nampaknya menyimak percakapan singkat saya dengan teman rombongan tadi. Si Emak 2 segera mengambil posisi berbisik ke si Emak 1, sambil mengatakan. "Oh Bapak di depan kita mau ke Manila, pantes bawa Pop Mie". Jyaaah.

Dugaan saya tak meleset, penerbangan kami tiba pukul 10  malam di Manila dan tiba di hotel menjelang pukul 12 tengah malam. Teman-teman serombongan saya banyak yang kelaparan namun sudah tak banyak restoran yang buka. Pandangan mereka kembali tertuju pada kardus Pop Mie yang nangkring dengan anggunnya di lobi hotel.  Jadilah malam itu Pop Mie menjadi makanan pemadaman kelaparan bagi saya dan teman-teman.

PS. Meski pernah bekerja di Indofood, postingan ini bukan postingan berbayar dari Indofood yah.
5 komentar
  1. Ingi tertawa sekaligus mendorong sang blogger keluar di pinggir tol. *seorang karyawan ditemukan dipinggir tol*

    Anyway story yg menarik dan lucu, keep going ya

    BalasHapus
  2. hahaha makanan ready di malam hari banget ya

    BalasHapus
  3. Pengen lempar satu kontainer mie ke ibu ibu itu šŸ˜†šŸ˜†šŸ˜†šŸ˜†

    BalasHapus
  4. hahahahah, dasar ibuk2 netizen julid :p. ghibaaah mulu hihihihi... tp memang, pas aku ke manila susaaah bangetttt cari makanan halal :p. ga adapun kayaknya. akhirnya aku ama suami menyerah.. yg ptg yg kita makan bukan porky aja deh mas :p. masalah cara sembelih, penyimpanan dan alat masak, udh ga dipikir lg :D.

    mana ga enak lagi rata2 makanan di sana -_-. makanya jujur udh males kalo ke phillipines :p

    BalasHapus
  5. Aku juga bawa Indomie kalo lagi tugas ke luar. Tapi gak sampe 1 dus gitu sih hahaha...paling banyak 10 dan makannya dijatah. Kalo ada peristiwa2 khusus aja yang perlu dirayakan...hehehe.

    BTW, saya lagi mengira2 berapa orang dan berapa lama ya perginya, sampe bawa 1 dus segala....apa niat makan pop mie 3 x 1? :)

    BalasHapus