Sunday, October 3, 2010

Aussie dilanda demam "DRAW"

Dua bulan terakhir saya mengamati ada sebuah fenomena unik di Aussie yang sedang terjadi. Entahlah mungkin saya nya saja yang hobi menghubung-hubungkan kejadian. Temanya unik: yakni Draw a.k.a hasil seri. 

Abbott vs Gillard 

Bukan mentang-mentang kakak saya ngurusin pemilu, trus saya juga tertarik dengan pemilu. Tapi, pemilu di Australia yang baru  saja berlalu memang menarik untuk disimak. Bahkan di kelas pun, terkadang dosen banyak menyinggung kebijakan-kebijakan dua calon PM Australia Tony Abbott vs Julia Gillard. Saya kurang mengikuti dinamika pemilu tapi kadang nyimak juga bagaimana Gillard yang memimpin Partai Buruh serta Abbott yang memimpin koalisi saling bersaing popularitas untuk memenangkan Pemilu. 
Gillard vs Abbott
(Pic is taken from http://resources3.news.com.au/images/2010/07/25/1225896/738359-leaders-debate.jpg)

Nah, yang membuat perseteruan ini makin menarik adalah pada saat penghitungan suara, ternyata baik partainya Gillard maupun Abbott sama sama mendapatkan 72 kursi di parlemen. Pertama kali terjadi dalam sejarah Australia kedua partai beroleh kursi yang sama di parlemen. Seandainya bola sih gampang, masih bisa ada perpanjangan waktu, trus penalti. Tapi, arena politik bukan lapangan bola cuy, lebih njlimet dan penuh dengan intrik. Karena posisi PM tidak dapat diputuskan saat itu juga, khalayak pun harus menunggu dua minggu untuk mengetahui siapa yang menjadi Perdana Menteri. Gillard akhirnya memenangkan perebutan tahta perdana menteri setelah dua wakil dari partai independen memberikan suaranya untuk partai Gillard (skor akhir: Gillard 74 - Abbott 72). Wanita yang masih single dan mengaku Atheis ini kini resmi menjadi PM Australia. Congrats Jeng, hehehehehe.
Hasil seri dalam Pemilu adalah fenomena langka. Dan saya merasa beruntung bisa menyaksikan kejadian unik ini.

Footy: Collingwood versus St Kilda

Ada satu cara jitu untuk membuka percakapan dengan orang Aussie: Coba tanya tentang Football (disini disebut Footy). Rata-rata orang-orang di Aussie sangat menggemari Footy. Footy sudah serasa agama saja, karena kalau sudah menjadi fan salah satu tim, menurut hukum tak tertulis orang yang bersangkutan tidak boleh pindah menjadi fan tim yang lain. Saya dari awal sudah dihasut oleh teman Australia saya untuk menjadi fan Collingwood, dan jadilah saya dibaiat di Horsham untuk menjadi pengikut setia Collingwood.

Meski saya gak sampe ngefans ala bonek sama Collingwood, tapi saya berkesempatan nonton Collingwood live sekali di gelanggang olahraganya. Dan memang nonton live terasa sangat beda, atmosfer nya lebih kena. Nyamannya lagi, kita bisa duduk bersebelahan dengan fans tim lain, saling mencaci tim lawan namun tidak ada acara timpuk-timpukan yang berakhir dengan tawuran massal. Sebuah contoh sikap fans fanatik yang tetap sportif. Kadang ada keluarga yang terbagi, sebagian mendukung tim satu dan yang lainnya dukung tim dua, tapi mereka tetap harmonis. 
Collingwood vs St. Kilda
Final footy berlangsung tanggal 26 September antara dua tim Collingwood vs St. Kilda. Harga tiket masuk stadion nya sekitar 250 dollar (sekitar dua juta rupiah). Saya yang nggak ngefans abis tentunya memilih mencari tempat nonton bareng yang murah meriah namun tak mencret, dan pilihan itu jatuh ke Federation Square yang terletak di jantung kota Melbourne. Suasana sangat rame waktu saya tiba disana, riuh rendah saat masing-masing tim saling menyerang. Saya turut teriak dan loncat-loncat saat tim Collingwood berhasil mencetak skor dan meneriakkan "buuuuuuuuuuu " panjang saat tim St Kilda menyerang,  saya berbaur dengan fans Collingwood lainnya. Semuanya bebas berteriak mendukung tim masing-masing tanpa harus khawatir ditimpuk botol minuman dari fans tim yang lain. Semuanya berjalan aman dan terkendali. Diluar dugaan, skor akhir Collingwood dan St Kilda ternyata berakhir imbang 68-68. Sebuah kejadian yang sangat langka dalam permainan football, apalagi di partai Puncak football seperti ini. 
Suasana nonton gratis di Federation Square

Tak seperti sepak bola, dimana hasil imbang bisa dilanjutkan dengan perpanjangan waktu dan penalti. Hasil seri di final Footy berarti tanding ulang seminggu setelahnya. Banyak fans yang kecewa dengan hasil ini, karena banyak fans fanatik yang harus menabung dulu untuk bisa beli tiket nonton final. Meski akhirnya seminggu kemudian Collingwood akhirnya menang telak 108 - 52 atas St. Kilda namun perhelatan final Footy jilid kedua rasanya tak seramai yang pertama. Banyak yang akhirnya memutuskan untuk menonton di rumah saja, termasuk saya. Congratz to Collingwood. See you again next season. 

Sekian cerita singkat dari Melbourne. Bener kan Aussie lagi dilanda demam SERI??? 

15 comments:

merry go round said...

Hoooo...

Ampun Cipu, kayanya setiap baca postingan lo gue selalu 'nganga-nganga' deh, Hoooo....seru banget lo sempet ngalamin ambiance pemilu disana, hasilnya seri pula, yang menang perempuan pula. Hoooo...peristiwa langka!!!

Jadi penggemar salah satu tim footy juga, nonton bareng juga, merasakan pengalaman nonton pertandingan olahraga yang sama sekali berbeda dengan negri sendiri. Great!!!!

btw, kasian amat ya yang nonton pertandingan pertandingan final dengan tiket 2juta itu. Rugi bandar cuy hasilnya seri. kaga seru ah, pan kaga bisa nyela2 tim yang kalah :p

Gaphe said...

Whaat??.. giling bo, nonton aja mpe dua jeti.. itu sih lima bulan kontrakan saya. Kalo sampe nonton itu palingan saya tidur di WC kantor 5 bulan *ini berlebihan*..
Tapi nobar rame2 gitu asik kali yaa *apalagi diluar negri ^_^*

hemm kalo soal pemilunya.. itu bukti demokrasi Aussie jalan kan. Jeng Gillard yang atheis aja bisa jadi PM.. coba jeng Gillard nyalonin jadi presiden kita.. belon-belon udah diamuk massa tuh

iLLa said...

tundulu kak, mw ja nanya, napa na banyak skali skornya di sana? 68-68?? satu gol dikasi berapa poin? ato memang ada 68 kali gol? *nganga-tanda-oon*

exort said...

dari dulu sampe skrg gw tetep aja ga ngerti ama olahraga football, padahaln kan banyak juga tuh difilm2 yang ada olahraganya ini tp tetep aja...eh emang gwnya sih yg ga suka olahraga hehehehe

morishige said...

beruntung di sana walaupun seri massa masing-masing pihak tidak sakit hati, dan bentrok.

lha kalau di sini. sempat kejadian pasti pada ngotot2an dan saling menuding.. "saya yang menang, dia kalah." "curang tuh, curang!" :p

Iman said...

Pingin ke Ostrali dah kalo gini. Cipu, ente tanggung jawab nih kenapa cerita2 tentang enaknya di sana *huhuhu jadi pingin dah*

Eh iya, kalau di Ostrali sana lagi musim draw di Indonesia juga sama, sekarang lagi musim bayi kembar lho #eh *nggak nyambung ya?*

belajar bisnis internet said...

Wah keren banget neh postingan, oh gt ya jadi hasil pemilunya seri, hebat-hebat..tapi akhirnya yang jdi PM yang cewek ya?

ehm kasihan banget penontonnya, masa kalo hasil seri kudu diulang minggu depan lagi seh..penonton kecewa tuh..he,

Nice to artikel..

Aldriana A. Amir said...

YEAH, go Miss Gillard! :D
Keren perdana menteri-nya cewek, masih singel pulak, hihihi..

Selamat buat Collingwood ya! *ikut2an padahal ga ngerti*

TUKANG CoLoNG said...

tau banget ama australia brader..

kapan ya aku bs kuliah disana..:)

Beno Blog said...

salam blogger
postingan nya benar bermanfaat nih, enak dibaca, menambah wawasan

nitip lapak ya gan
Watch No Ordinary Family , watch vampire diaries online , watch hellcats online , watch true blood online , watch jersey shore online , askep

Meutia Halida Khairani said...

wew, bisa seri gitu ya pas perhitungan suara. saya ngga pernah tau tuh ada negara yg bisa terjadi kayak gitu dalam pemilu. Apalagi Indonesia, ngga mungkin bgt kayaknya.

kirain football itu ya sepakbola biasa, tapi kok skornya bisa sampe 68.. beda ngga cara maennya?

Corat - Coret [Ria Nugroho] said...

wauw iya langka itu seri klo indonesia mungkin klo seri dilebihin satu biar menang hehe :p
btw babz penonton disana tertib ya gak kaya bonek disini xixixixi

BABY DIJA said...

Om.. Dija gak ngerti politik
juga gak ngerti footy.

tapi kalo australia, tunggu aja Om
kalo besar, Dija pasti kesana...

Elsa said...

kalo perolehan kursi bisa draw gitu, bakalan sulit gak ya menentukan sikap dan mengambil keputusan...

Ria said...

walahhhh ngomongin seri atau draw aja bisa jauh banget perumpamaannya Sport n Politik...hahahahaha...

seneng banget lu disana menikmati, walaupun gw tau lu pasti ada kalanya homesick kan? ngadu deh! :D

menikmati hidup ala cipu ;)

Our Team

Video of the Day

Contact us

Name

Email *

Message *