Akhir-akhir ini kulkas di rumah selalu ada stok kimchi kemasan, dan di lemari dapur pasti ada Shin Ramyun . Seiring dengan maraknya invasi budaya Korea ke tanah air (musik dan film), invasi makanan Korea pun tak terhindarkan. Depan kompleks saya saja sudah beberapa restoran Korea yang terbuka, baik yang bernuansa kaki lima maupun yang konsep resto. Pun di swalayan Jakarta, kehadiran makanan dan bumbu kemasan Korea juga sudah makin mudah untuk dijumpai. Bagi saya, ini adalah sebuah keuntungan, saya makin gampang memperoleh Kimchi dan Shin Ramyun. Tak seperti beberapa tahun lalu, keberadaan kedua produk ini sulit untuk didapatkan. Kerap ada masa, dimana saya tiba tiba kepengen nyicip kimchi ataupun makan Shin Ramyun, tapi sulit sekali cari produknya.
14

Berkunjung ke sebuah tempat rasanya kurang khusyu kalau tidak mencoba menjajal makanan khas yang ada di daerah itu. Nah, masalahnya adalah bagaimana kalau berkunjung ke daerah yang pilihan makanan halalnya tidak banyak? Sebagai seorang muslim, tentunya saya harus lebih hati-hati untuk memilih makanan termasuk tempat makan/restoran di sekitar tempat yang saya kunjungi, karena ada beberapa jenis makanan yang menurut agama yang saya anut tidak boleh untuk disantap.
26

Lewat jam 1 siang, mentari tak lagi menyapa, melainkan menggarang. Saya turun dari mobil 4 WD yang telah setia dari jam 8 pagi tadi menemani saya dan rombongan menyusuri Pulau Sumba dari Waningapu ke ujung selatan. Kami hampir tiba di lokasi tujuan. Angin laut yang kencang langsung menyapa wajah saya saat menjejakkan kaki di pesisir selatan Pulau Sumba. Deretan mobil yang kami sewa untuk perjalanan ini, berhenti di tengah jalan untuk memberi kami kesempatan mengabadikan momen.
30

Beberapa tahun lalu, saya sempat heran dengan Taryn (teman saya dari Mexico) yang ngotot banget ke Sidrap (tanah tumpah darah saya, alias kampung saya). Alih-alih ke Toraja, Taryn memilih untuk ke Sidrap yang sama sekali bukan destinasi wisata di Sulawesi Selatan. Alasannya sederhana, "I have been to Bali and Lombok, Indonesia's main tourist destinations. Now I want to experience the non-tourist area in Indonesia. Your hometown will be a good choice". Alasan yang jarang saya dengar dari teman-teman saya yang hobi jalan-jalan.  Menghabiskan waktu 4 malam di kampung saya, Taryn beroleh banyak penggemar. Tetangga-tetangga saya tak henti-hentinya mampir ke rumah dan memuji betapa cantiknya Taryn dengan hidung mancungnya. Selain itu, wajah Taryn yang nampak Latin campur Hindustan serta senyum nya yang tulus (terkadang jengah karena dipandangi) membuat tetangga-tetangga saya jatuh cinta pada Taryn. Tidak usahlah saya ceritakan berapa banyak ibu-ibu hamil yang main ke rumah dan meminta kandungannya diusap-usap oleh Taryn sembari berharap agar anak mereka kelak mewarisi fitur fisik termasuk hidup mancung yang dimiliki oleh Taryn.   Di penghujung kunjungannya, Taryn merasa sangat puas karena impiannya untuk mengetahui rasanya berwisata di daerah yang bukan tujuan wisata, akhirnya tercapai. Menurut Taryn, keramahan yang dia terima dari penduduk kampung saya sangat terasa tulus, berbeda dengan keramahan-keramahan yang ia terima di daerah daerah wisata yang biasa dia kunjungi, "Cipu, If I have a low self-esteem one day, I will definitely come to your hometown again. They kept telling me that I am pretty, it will help me boosting my confidence", kata Taryn sambil tertawa.
46

Mobil yang saya tumpangi mulai meninggalkan jalan beraspal dan memasuki jalur jalan berbatu. Saya sontak terbangun saat kepala saya mencium jendela mobil yang oleng karena melewati jalan berlubang. Seperti halnya di daerah lain di kawasan timur Indonesia, meninggalkan jalan beraspal berarti pelan pelan sinyal di telepon genggam akan semakin surut, dan berakhir dengan menyisakan tanda SOS atau no signal. Saya merubah moda telepon genggam saya ke moda pesawat, lumayan buat menghemat baterai.
39

Hari itu adalah hari terakhir saya dan istri untuk menjelajahi Kunming, ibukota Provinsi Yunnan di China bagian Selatan. Tak ada agenda khusus memang yang kami agendakan untuk hari itu. Esoknya kami berdua rencananya sudah akan bertolak kembali ke Indonesia untuk kembali mengais rezeki agar perjalanan seru macam perjalanan Vietnam - China bisa kami ulang lagi. 

Memang awalnya, kami belum jelas mau ngapain hari itu. Jadwalnya adalah bebas, karena hari sebelumnya kami baru tiba dari Lijiang.
27

Empat tahun yang lalu, saya pernah mendapatkan penugasan ke Nias. Awalnya pengen girang tapi gak jadi, soalnya jatah saya di Nias hanya semalam dan itupun tugasnya masuk ke pedalaman. Saya udah kebayang naik mobil double cabin, jalan berbatu tanpa aspal, dan seluruh badan yang pasti rasanya habis digebukin setelah perjalanan.  Tim Nias Untuk penugasan ke Nias, saya akan menemani beberapa rekan kerja saya dari Kantor Dubai dan mitra dari China. Saya jadi merasa lagi pertukaran pemuda, nge-trip bareng sama orang asing. Cuma bedanya yang saya temenin trip bukan pemuda lagi, cuma saya dan si Timur Tengah doang yang terbilang muda, ehem. Tim saya ada satu orang Jerman, satu orang Timur Tengah, dua orang China dan saya sendiri sebagai orang Swiss (baca: Sulawesi Selatan) serta satu kolega orang Indonesia lainnya.
20

Badan saya dan istri sudah terasa sangat pegal saat kereta yang kami tumpangi akhirnya tiba di Lijiang Railway Station. Meski kami menikmati pemandangan dari dalam kereta selama 10 jam perjalanan, kondisi kereta kelas ekonomi yang kami tumpangi memang tak memberi ruang gerak yang banyak buat kami. Bayangkan saja, enam orang ditempatkan di kabin dan harus duduk berhadap-hadapan selama 10 jam, tanpa sandaran yang memadai dan tatapan aneh orang sekabin ke kami.
31

Traveling alias jalan-jalan menjadi hal yang lumrah di Indonesia. Umumnya, anak-anak muda sekarang sudah mulai melek jalan-jalan. Destinasi-destinasi dalam dan luar negeri pun sudah menjadi makin jamak diantara para traveler muda. Umumnya perjalanan-perjalanan yang dilakukan secara berkelompok atau berjamaah, mungkin karena kalau bareng-bareng pahalanya lebih  tinggi sebanyak 27 derajat (asli ini lawakan garing). Indahnya jalan-jalan bareng teman tentunya karena selama perjalanan kita tidak sendiri dan selalu ada partner untuk memecahkan masalah. Beberapa perjalanan yang saya lakukan juga bareng teman-teman dan biasanya selalu berakhir seru dan fun, tentunya dengan koleksi foto gokil dan video yang bergiga giga watt byte (baca: ngabisin hard disk).   Namun tidak di semua situasi saya selalu bisa membawa teman. Perjalanan saya bareng teman-teman ke New Zealand yang awalnya cuma ingin menuntaskan North Island berujung dengan keputusan saya untuk melanjutkan perjalanan ke South Island sendiri. Keputusan ini saya ambil di ujung perjalanan saya di North Island, mengingat saya masih punya delapan hari dan sedikit sisa uang untuk melanjutkan perjalanan. Saya memesan penginapan dan penerbangan ke South Island sehari sebelum keberangkatan. Untungnya, tiket pesawat ke South Island masih terjangkau dan New Zealand memiliki jaringan penginapan kelas backpacker melarat ala YHA dan X-Base yang selalu bisa memberikan solusi jitu.  X-base Christchurch, yang bertetangga dengan Novotel (sewa kamarnya bagai langit dan bumi)
48

Bekerja kantoran setiap hari, selalu menjadi alasan saya untuk tidak secara reguler menekuni kegemaran saya berlari. Biasanya memang saya meninggalkan rumah pukul 06.30 - 07.00 menuju ke kantor setiap hari, jadi memang praktis saya agak susah meluangkan waktu untuk berlari di hari kantor. Alasan ini pulalah yang menjadikan saya menjadi weekend warrior, alias aktif berolahraga hanya pas weekend saja.
28
Loading