Prank Makan Tuan

Begitu pesawat Lion yang saya tumpangi mendarat dengan mulus di Bandara Pattimura, Ambon, saya bergegas menuju ke tempat pengambilan bagasi untuk mengambil koper. Tak lama kemudian, saya sudah meninggalkan kerumunan penumpang yang masih menunggu bagasi mereka di sekitar conveyor belt. Memasuki terminal kedatangan, saya dikerubuti oleh para penyedia layanan taksi yang siap mengantarkan saya ke kota Ambon. Tak butuh waktu lama, saya sudah berada di taksi menuju hotel Amaris di Ambon.

Welcome to Pattimura Airport, yang nenteng koper biru bukan saya ya 

Dalam taksi, saya masih memegang buku Melawat ke Timur yang direkomendasikan Mas Vay. Buku yang bercerita tentang perjalanan menjelajahi pelosok Maluku dan Papua dan membahas toleransi yang terbangun di Indonesia Timur ini memang menarik untuk dibaca dan menemani perjalanan saya selama di pesawat dari Makassar ke Ambon. 

Kunjungan ke Maluku ini adalah kunjungan untuk kerja dan survei kecil-kecilan. Selain itu, saya juga ingin bertemu kak Fitri, teman saya saat ikut kursus ke Perth, Australia. Kak Fitri memang berdomisili di Ambon dan mengoordinasikan sebuah proyek dari pemerintah New Zealand bernama NZMates di Maluku untuk percepatan pemanfaatan energi terbarukan disana. Kedatangan saya ke Ambon tak diketahui kak Fitri, saya berencana memang mau kasih kejutan dengan mendatangi kantornya langsung. Untuk memastikan kak Fitri tidak keluar kota saya menelepon kak Fitri, pura-puranya saya di Jakarta atau di Makassar. Awal menelepon kak Fitri curiga kalau saya sedang di Ambon, namun berkat kemampuan acting yang handal saya berhasil meyakinkan kak Fitri kalau saya sedang di Makassar, hehe. Niat nge-prank akan segera terwujud, senyum jahil saya muncul. 

Buku rekomendasi mas Vay, dengan latar Jembatan Merah Putih 

Perjalanan ke Hotel Amaris Ambon dari bandara, membawa mobil yang saya tumpangi melalui Jembatan Merah Putih, salah satu ikon kota Ambon. Jembatan ini mulai beroperasi tahun 2016 yang dapat mempersingkat perjalanan dari Bandara ke Kota Ambon. Sebelum jembatan ini beroperasi, perjalanan dari Bandara ke Kota Ambon bisa memakan waktu lebih dari sejam karena kendaraan harus mengambil jalan memutar ke arah Teluk Ambon sebelum menuju ke kota Ambon. Dengan beroperasinya jembatan Merah Putih, waktu tempuh tersebut bisa dipersingkat. Dari jembatan yang memiliki panjang lebih dari 1 km ini, saya bisa melihat cantiknya kota Ambon dari dua sisi. 

Jalan pintas ke Kota Ambon dengan adanya Jembatan Merah Putih

Tak lama berselang, saya tiba di Hotel Amaris. Meski tiba sekitar jam 10 pagi, saya ternyata diperbolehkan check in dan langsung beristirahat di lantai paling atas, rezeki pemuda sholeh pemirsa. Saya memilih beristirahat sejenak sebelum memberikan kejutan ke kak Fitri. Saya sempat tertidur beberapa jenak, dan terbangun saat jam sudah menunjukkan angka 11.30. Setelah mandi dan berpakaian, saya memesan Grab motor untuk menuju ke kantor kak Fitri, NZMates, di kawasan Karang Panjang. 

Grab motor yang saya pesan tiba dan segera mengantarkan saya ke kantor NZMates. Bersama Bapak Grab, saya diajak melewati jalur kota Ambon yang menanjak dan menurun untuk menuju ke kantor NZMates. Tak butuh waktu lama untuk tiba di kantor NZMates. Saya turun dari Grab dan memasuki kawasan town house berisi beberapa rumah yang berderet dengan jalur menanjak. Rumah yang paling ujung adalah kantor NZMates. Saya menyusuri jalan menanjak dengan sedikit terengah dan akhirnya tiba di depan kantor NZMates. Pak Satpam yang melihat saya, langsung tersenyum dan menyapa, 

"Selamat siang pak"

Saya membalas pak Satpam, "Selamat siang pak, ini kantor NZMates kah?" 

"Iya pak, betul. Ada keperluan apa, Pak?", balas pak Satpam. 

"Oh saya mau ketemu Ibu Fitri Pak". 

"Bapak sudah ada janji sama Ibu Fitri kah?", tanya pak Satpam. 

"Oh tadi saya telponan pak." jawab saya. 

"Maaf Pak, Ibu Fitri sedang tidak di kantor, lagi ada meeting keluar", kata pak Satpam. 

Waduh, alamat niat prank-nya batal nih. 

"Oh ibu Fitri memang ada meeting dimana pak? Sampai jam berapa?", saya bertanya balik. 

"Ibu Fitri ada meeting di hotel Amaris Pak, sampai sore", kata Pak Satpam. 

"Oh baik pak, saya susul kesana saja", jawab saya dengan senyum masam sambil bergegas memesan Grab untuk kembali ke hotel Amaris.

Laah ternyata kak Fitri meetingnya di hotel Amaris, hotel tempat saya menginap di Ambon. Ini sih namanya dikerjain kak Fitri. Sayanya udah capek-capek nyamperin ke kantornya, si kak Fitrinya ternyata meetingnya di hotel tempat saya menginap. Tahu gitu kan saya tinggal samperin ruang meetingnya di hotel Amaris, gak perlu sampai ke kantornya segala. Salah saya juga sih, menelepon kak Fitri gak nanyain jadwal hari itu, cuma nanya dia ada di Ambon atau nggak.    

Saat memesan Grab untuk balik ke Amaris, ternyata saya dapatnya Grab motor yang sama. Si Bapak Grab bertanya, kok cepet amat meetingnya. Saya jawab, orang yang saya mau temui ternyata ada di Hotel Amaris pak. Bapak Grab tersenyum penuh arti sambil mempersilahkan saya naik ke boncengannya. Saya ngedumel, prank saya gagal. 

Begitu tiba di Hotel Amaris, saya menuju ke depan ruang meeting tempat kantornya kak Fitri ngadain meeting. Sepertinya meeting masih berlangsung di dalam, jadi saya nongkrong depan ruangan meeting saja sembari memeriksa surat elektronik masuk dari kantor. Tak berapa lama, seorang perempuan berhijab keluar dari ruangan meeting untuk menerima panggilan telepon. Setelah dia menyelesaikan teleponnya, saya segera mencegat sebelum si mbak masuk kembali ke ruangan meeting. 

"Mbak, ada Ibu Fitri di dalam kah?" tanya saya. 

"Oh iya Ibu Fitri ada di dalam, dengan siapa ya pak?", kata si Mbak. 

"Saya dari kurir Mbak ini ada dokumen penting yang Ibu Fitri harus segera tanda tangani. Apa Ibu Fitri bisa keluar sebentar Mbak? Ini penting sekali soalnya", saya mencoba meyakinkan si Mbaknya. 

"Baik pak, saya segera panggil Ibu Fitri ya", kata si Mbak yang segera masuk ke ruangan meeting untuk memanggil kak Fitri. 

Tak berapa lama, pintu terbuka dan sosok kak Fitri keluar dari ruang meeting dan lihatlah ekspresinya saat mendapati saya (sang Kurir palsu) ada di depannya. 

Ekspresi kekesalan dan pengen nabok nampak jelas di wajah kak Fitri. Saya puasssss. Selang berapa lama kami sudah saling update progress proyek masing-masing. Saat saya bercerita tentang niat saya nge-prank dia dengan main ke kantornya, kak Fitri cuma bilang syukurin, siapa suruh ga bilang-bilang ke Ambon. 

Akhirnya bertemu setelah prank nya gagal, pemirsah

Malam berikutnya, saya menyempatkan makan malam bersama kak Fitri serta kak Munawir (orang Makassar yang juga bertugas di NZMates di Maluku) dan Puja (proyek engineer muda di NZMates). Kami ngobrol hampir 3 jam sampai gak sadar waktu malam itu. 

Makan sore menjelang malam dengan kru NZMates 

Kak Fitri adalah satu dari sedikit perempuan tangguh yang berkarir di dunia energi terbarukan. Selama bertugas di NZMates, keterlibaran perempuan dalam bidang energi terus dipupuk sehingga saat ini mulai banyak perempuan yang turut terlibat dalam mendorong lebih banyak energi bersih di Provinsi Maluku. Kita doakan saja ya semoga proyek-proyek bantuan seperti NZMates ini terus berlanjut, sehingga kapasitas pemangku kepentingan lokal juga bisa terus berkembang terkait pemanfaatan energi baru terbarukan. 

NZMates' campaign for Women in Energy (ini fotonya depan kantor mereka, pastinya)

Kunjungan saya ke Ambon sedikit terhalang karena hujan yang terus mengguyur Ambon selama beberapa hari. Beruntung masih sempat untuk makan di Sari Gurih, salah satu restoran boga bahari di Ambon yang menawarkan pemandangan Teluk Ambon yang permai, lengkap dengan kapal-kapal yang katanya akan ditenggelamkan. 

Teluk Ambon yang sepi

Kapal-kapal yang katanya akan ditenggelamkan

Perfect menu for the hungry soul

Menu makanan yang ditawarkan juga semuanya menggugah selera. Saat makanan terhidang, saya yang saat itu ditemani tim segera menggasak yang ada di meja sampai kekenyangan hahaha. Boga bahari yang diolah dengan baik,ditemani dengan pemandangan laut di sekeliling restoran memang membuat selera makan bertambah. Resepnya biar puas: nasinya jangan banyak-banyak, biar bisa mencoba semua lauknya secara paripurna. Rasanya puas bisa makan di Sari Gurih dan semoga bisa kembali kemari lagi untuk mencoba menu-menu lainnya. 

Hujan masih terus mengguyur Ambon di hari terakhir saya di Ambon. Kunjungan yang hanya dua malam serta cuaca yang kurang mendukung, membuat saya belum bisa menikmati Kota Ambon sepenuhnya. Impian saya untuk bisa bermain dan snorkeling di pantai belum bisa terwujud. Semoga ada kunjungan-kunjungan berikutnya jadi saya bisa menuntaskan keinginan bermain di pantai-pantai Maluku yang (katanya) sangat indah. 

26 komentar
  1. Ga sukses ya mas nge prank nya ...jadi di prank balik..šŸ˜†.
    Saya tuh belom pernah nyobain makanan khas Ambon padahal sy penyuka seafood ,kayaknya menarik aja makanan sana, beda. Maluku memang terkenal lautnya yg cakep ya mas....moga kesampaian bisa nyelem di pantai Ambon manisešŸ˜€

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaamin makasih doanya Mbak, semoga bisa kembali dan lebih lama di Ambon, jadi bisa menjelajahi pantai-pantainya

      Hapus
  2. Niat ngeprank malah di prank balik ya hahahaha :D
    Ambon ini keknya 11-12 ya dengan Papua.
    Mirip2 lah, termasuk dari segi makanannya.
    Semoga nanti besok2 bisa ke Ambon lagi tapi gapake hujan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau Ambon 11-12 dengan Papua, saya masih belum bisa jawab Mas, belum pernah ke Papua soalnya hehehe.

      Hapus
  3. Ikutan gemes juga nih soal nge-pranknya, tapi ternyata hepi ending kok tetap kaget si Mbaknya :P Sayang banget belum bisa main air di pantainya, ditunggu kisah Ambon berikutntnya Kak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya masih gregetan ga bisa nge prank kak Fitri hahaha. Semoga bisa ke Ambon lagi yaa

      Hapus
  4. Enak ya, Mas. Kerja sekalian liburan. Ketemu teman lama pula.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Mbak Nur, masih sesekali dikasih tugas jalan sama kantor.

      Hapus
  5. Menu makanan yang ditawarkan di Sari Gurih terdengar sangat menggugah selera. Dengan pemandangan laut yang menakjubkan di sekeliling restoran, pasti membuat pengalaman makan semakin berkesan.

    Menghabiskan hidangan sampai kekenyangan menunjukkan betapa lezatnya makanan yang disajikan di sana. Tentunya, kualitas makanan yang baik merupakan hasil dari pengolahan boga bahari dengan baik. Ini menunjukkan bahwa restoran Sari Gurih memiliki standar yang tinggi dalam mempersiapkan hidangan mereka. mantap!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Adi kalau ke Ambon, bisa coba berkunjung kesini, enaknya main pas siang/sore jadi suasana pantainya terasa

      Hapus
  6. Waah, beli buku melayat ke timur juga.
    Menurut mas cipu bukunya gimana?
    Niatnya mau bikin kejutan, ternyata malah terkejut sendiri..hahaha
    Memang menyenangkan kalau bisa main ke kota teman dan bisa ketemu dengannya. Aku sering melakukan hal kayak gini mas. Kalau pas datang menyempatkan diri untuk ketemu dengan mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buku Melayat ke Timurnya belum selesai mas, tapi lumayan buat mempelajari tradisi masyarakat, apalagi saya ada rencana proyek di sana, jadi ada gambaran bagaimana situasi masyarakat adat di Maluku dan Papua.

      Hapus
  7. Memang kisah2 Kak Cipu ini bikin nahan napas pas dibaca. Asyik aja gtu kesannya

    Btw, kasian bet lah kakšŸ˜‚niat ngeprank malah diprank oleh alam kwkwkw niat ngasih kejutan malah dikejutin krna Kak Fitri gak di tempatšŸ¤£

    Masyaallah hebatnya Kak Fitri. Kariernya mantulss. Kak cipu juga keren karena pengalaman dn teman2nya bukan orang sembarangan ini mah....

    Bukunya boleh tuh dibagi2 lagi kisahnya hihi aku smpet baca ulasannya di blog sebelah. Tp mesti ulasan stiap orang beda2 ehehe

    BalasHapus
  8. Aku baca buku melaat ke timur ini beberapa tahun lalu, beli di Mojok hahaha

    BalasHapus
  9. expresi kak Fitri sama kayak expresiku kalau dikerjain temen hahaha, tangan ga bisa diem :D
    kalau ke Ambon rasany nggak afdol kalau nggak menikmati makanan lautnya ya mas Cipu.

    BalasHapus
  10. Ikut merasakan prank yang nyaris gagal ...
    Tapi untungny berhasil juga.

    BalasHapus
  11. Tu akibat mau ngeprank
    kan jadi sibuk sendiri, mondar-mandir jadinya
    wah saya baca dialog dengan satpam, saya kok jadi ingat pernah jadi satpam juga hehe
    Menunya bikin saya ngiler
    mantap juga tu

    BalasHapus
  12. Hehehe,,, niat hati mau ngeprank, akhirnya....ah ada-ada saja Mas

    Menarik juga dunia aktivitas yang Mas jalani, apalagi bersama rekan-rekan di Ambon. Terus terang saya buta dengan dunia aktivitas Mas, karena sekian tahun saya bekerja di pabrik.

    Salam buat Mas dan rekan-rekan Mas disana. Semoga sukses dengan proyeknya.

    Salam,

    BalasHapus
  13. Hahahhaahahhahaha lucu bgt keapesannya Kak Cipu

    Siapa yg ngeprank siapa yg kena Prank ya wkwkkw

    Wah kapan ke Ambon jg kayaknya aku udh ada list tujuan makan nihhh

    BalasHapus
  14. Setiap kali pergi ke tempat baru, biasanya aku jg membakali diri dg bacaan yg bisa lebi ngenalin soal tempat yang mau dikunjungi. Syukirlaj ttp berhasil nge prank, meski sempet diprank semesta dulu šŸ¤£

    BalasHapus
  15. Saya kira Bang Cipu sudah lupa mau nge-prank setiba kembali di Amaris. Masih dilanjut tahunya. :D

    BalasHapus
  16. Tu kan, senyuman tukang onjol sepertinya senyuman gimana gitu hehe

    BalasHapus
  17. Oh Cipu!!! You make me miss Indonesian food so so much with the photos you shared! Thank you for taking us to your trip! I am so happy to see you again on my blog I haven't been posting so much but I will try. Sending greetings from Barcelona!

    BalasHapus
  18. Hahaha, lucu reaksi Kak Fitri sampai nyebut gitu :D

    BalasHapus
  19. Hahahaha kualat ya mas mau ngerjain temen šŸ˜„. Terkadang aku juga kepikir ngerjain temen yg mau divisit begitu. Tapi kemudian kuatir, kalo tau2 dia pergi gimana, sia2 dong hahahahah. Akhirnya jadi ga pernah ngerjain šŸ˜….

    Ambon itu pengen bgt aku datangin. Mama sama adek pernah liburan kesana sampe sebulan. Mereka cerita bagusnya Ambon seperti apa. Sayang dulu aku ga ikut. Jadi ga ada bayangan samasekali

    BalasHapus
  20. Udah lama aku pengen sekali maen ke ambon tapi masih belum tercapai,

    BalasHapus